Iseng browsing-browsing, gw terdampar di blog entah milik siapa (tertulis nama Tjokricky disana), disana ditulis “kita hanya mengerti adegan yang sudah lewat dan kita jalani, adegan-adegan ke depannya, tidak kita ketahui”. Berkaca dari kalimat tersebut, gw merasa gw adalah orang yang masih banyak mengeluh terutama sepanjang tahun 2009 ini. Gw kurang mensyukuri apa yang udah gw terima dan gw capai di tahun ini.
Yeah, gw memang seorang yang agak perfectionist dan idealis. Gw ga puas sama hasil-hasil yang gw capai, entah kenapa setelah selesai melakukan suatu hal atau setelah mendapatkan suatu hasil, gw selalu merasa kecewa pada diri gw, dan gw selalu merasa “gw harusnya bisa lebih dari itu”, gw selalu merasa gw punya kapasitas untuk meraih yang lebih dari pada cuma “segitu doank”. Sebuah keangkuhan yang gw bangun bagi diri gw sendiri, yang kemudian membuat gw terjebak dalam rasa tidak puas dan kekecewaan terhadap diri gw.
Gw seringkali mengeluh untuk hal-hal yang seharusnya tidak perlu dikeluhkan. Gw mengeluh karena tugas-tugas kuliah pada akhirnya “memaksa” gw untuk tidur larut, atau bahkan kurang tidur. Gw merasa tugas-tugas tersebut merampas hak gw untuk bersenang-senang dan memanjakan diri gw sendiri. Tapi kemudian gw tersadar, INI PILIHAN. Gw yg memutuskan kalau gw harus kuliah, melanjutkan pendidikan, jadi inilah tanggung jawab dan resiko dari menjadi seorang mahasiswa.
Gw seringkali mengeluh saat sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Tapi tahun 2009 ini memberi gw banyak pelajaran, everything doesn’t always go on my own way. Dan walaupun ga berjalan sesuai yang gw mw, gw sekarang sadar bahwa selalu ada nilai positif di balik semua itu.
Gw sering lupa bersyukur dengan bertanya “Tuhan, kenapa begini?”..sampai satu waktu seorang teman menegur gw dengan perkataan “ketika sesuatu terjadi sesuai kemauan kita, itu baik. Tapi saat segala sesuatu tidak sesuai kemauan kita, itu lebih baik, karena itu kehendak Tuhan” (well, thx to RE for this quote), dari kata-kata itu gw belajar untuk lebih menerima segala sesuatu yang Tuhan beri dan percayakan pada gw.
Gw sering lupa kalo banyak orang di sekitar gw. Sebuah kata, “ansos” (anti-sosial), yang keluar dari ucapan seseorang, seperti sebuah tepukan yang menyadarkan gw dari hipnotis tentang betapa tidak peduli (baca: cuek)nya gw pada keadaan dan orang-orang (yang tidak atau kurang gw kenal) di sekitar gw.
Melihat ke belakang, masih banyak kesalahan dan kecerobohan yang gw sering lakukan secara sengaja dan tidak sengaja, yang kemudian membuat gw mearasa gagal di tahun ini. Tapi pada akhirnya gw belajar untuk bangkit dari semua itu, belajar berdamai dengan diri gw sendiri, berhenti menyalahkan diri gw atas setiap kehilangan yang gw alami. Menasehati diri gw bahwa c’est la vie, inilah hidup. Gw ga bisa berhenti selagi waktu terus berlari. Gw juga harus bangkit, berdiri, bahkan ikut berlari.
So, now this…WHAT’S NEXT??
2010 yang tinggal hitungan hari bakal gw sambut dengan semangat baru. Dengan segala resolusi dan target yang harus gw kejar dan raih. Juga dengan diri gw yang baru, yang telah berkaca dari segala “kegagalan” dan “pengalaman” di tahun 2009.
Novi Lim 29.12.09
In my sweet lil’ room