Kelak kita berdiri

Entah untuk apa, entah bagi siapa

Antara sumpah, serapah, dan sampah

Antara duka, derita, dan sengsara


Kelak kita mencari

Dan tak mampu membagi

Antara segala yang baik dan bajik

Antara segala yang pelik dan licik


Tolong beritahu saya berapa harga keadilan

Supaya bisa saya siapkan simpanan

Jika suatu hari benar-benar saya butuhkan


Tolong beritahu saya apa itu kejujuran

Agar saya tidak dipermainkan oleh zaman

Supaya saya tahu apa itu kawan dan lawan


Suatu hari kita akan mandiri

Memaknai hidup dan jati diri


Suatu hari kita akan berhenti mencari

Dan mulai belajar mengisi

Novi Lim 12.01.10

(pukul 01.00-01.05 WIB)

In my sweet lil’ room

HAPPY NEW YEAR ALL…
Hope that somebody will fill this frame this year..
hahahaaa…. ^^

Novi Lim 01.01.10

in my sweet lil’ room

Iseng browsing-browsing, gw terdampar di blog entah milik siapa (tertulis nama Tjokricky disana), disana ditulis “kita hanya mengerti adegan yang sudah lewat dan kita jalani, adegan-adegan ke depannya, tidak kita ketahui”. Berkaca dari kalimat tersebut, gw merasa gw adalah orang yang masih banyak mengeluh terutama sepanjang tahun 2009 ini. Gw kurang mensyukuri apa yang udah gw terima dan gw capai di tahun ini.

Yeah, gw memang seorang yang agak perfectionist dan idealis. Gw ga puas sama hasil-hasil yang gw capai, entah kenapa setelah selesai melakukan suatu hal atau setelah mendapatkan suatu hasil, gw selalu merasa kecewa pada diri gw, dan gw selalu merasa “gw harusnya bisa lebih dari itu”, gw selalu merasa gw punya kapasitas untuk meraih yang lebih dari pada cuma “segitu doank”. Sebuah keangkuhan yang gw bangun bagi diri gw sendiri, yang kemudian membuat gw terjebak dalam rasa tidak puas dan kekecewaan terhadap diri gw.


Gw seringkali mengeluh untuk hal-hal yang seharusnya tidak perlu dikeluhkan. Gw mengeluh karena tugas-tugas kuliah pada akhirnya “memaksa” gw untuk tidur larut, atau bahkan kurang tidur. Gw merasa tugas-tugas tersebut merampas hak gw untuk bersenang-senang dan memanjakan diri gw sendiri. Tapi kemudian gw tersadar, INI PILIHAN. Gw yg memutuskan kalau gw harus kuliah, melanjutkan pendidikan, jadi inilah tanggung jawab dan resiko dari menjadi seorang mahasiswa.

Gw seringkali mengeluh saat sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Tapi tahun 2009 ini memberi gw banyak pelajaran, everything doesn’t always go on my own way. Dan walaupun ga berjalan sesuai yang gw mw, gw sekarang sadar bahwa selalu ada nilai positif di balik semua itu.

Gw sering lupa bersyukur dengan bertanya “Tuhan, kenapa begini?”..sampai satu waktu seorang teman menegur gw dengan perkataan “ketika sesuatu terjadi sesuai kemauan kita, itu baik. Tapi saat segala sesuatu tidak sesuai kemauan kita, itu lebih baik, karena itu kehendak Tuhan” (well, thx to RE for this quote), dari kata-kata itu gw belajar untuk lebih menerima segala sesuatu yang Tuhan beri dan percayakan pada gw.

Gw sering lupa kalo banyak orang di sekitar gw. Sebuah kata, “ansos” (anti-sosial), yang keluar dari ucapan seseorang, seperti sebuah tepukan yang menyadarkan gw dari hipnotis tentang betapa tidak peduli (baca: cuek)nya gw pada keadaan dan orang-orang (yang tidak atau kurang gw kenal) di sekitar gw.


Melihat ke belakang, masih banyak kesalahan dan kecerobohan yang gw sering lakukan secara sengaja dan tidak sengaja, yang kemudian membuat gw mearasa gagal di tahun ini. Tapi pada akhirnya gw belajar untuk bangkit dari semua itu, belajar berdamai dengan diri gw sendiri, berhenti menyalahkan diri gw atas setiap kehilangan yang gw alami. Menasehati diri gw bahwa c’est la vie, inilah hidup. Gw ga bisa berhenti selagi waktu terus berlari. Gw juga harus bangkit, berdiri, bahkan ikut berlari.

So, now this…WHAT’S NEXT??

2010 yang tinggal hitungan hari bakal gw sambut dengan semangat baru. Dengan segala resolusi dan target yang harus gw kejar dan raih. Juga dengan diri gw yang baru, yang telah berkaca dari segala “kegagalan” dan “pengalaman” di tahun 2009.

Novi Lim 29.12.09

In my sweet lil’ room

(mungkin kita semua sudah tahu) DIA yang kita sebut-sebut sebagai Raja segala raja, Juru Selamat, lahir dalam kesederhanaan.

Kandang domba, sebuah tempat yang semua orang sudah pasti tahu, bukan tempat yang cukup luas, bukan tempat yang bersih, bukan tempat yang layak untuk menyambut kelahiran seorang bayi, apalagi DIA adalah Raja.

Kain lampin, jika dilihat dari makna sebenarnya, merupakan selembar kain kecil, yang tebalnya tidak melebihi tebal sebuah sapu tangan yang biasa digunakan oleh orang-orang untuk menyeka keringat. Bukan kain sutra mahal, atau minimal selimut hangat yang mebalut badan-NYA saat IA lahir.

Palungan. Bukan pembaringan yang empuk. Tempat memberi makan kawanan domba, yang setiap kali mereka makan, (maaf) sudah dapat dipastikan air liur menetes ke dalamnya. Disana, DIA dibaringkan.

Undangan yang datang untuk merayakan kelahiran-NYA  bukan para pembesar, bukan para pejabat, bukan bangsawan, tapi para gembala, kaum-kaum sederhana.

Jadi, jika DIA yang sempurna lahir dalam kesederhanaan, layakkah kita yang tidak sempurna bermegah?

Merry Christmas all..

Maknai Natal, berdamai dengan diri sendiri  dan orang lain. Gbu

Novi Lim, 19.12.09

in my sweet lil’ room

(“Yiruma- Spring Time” on my Acero)

Aku menyimpan sejuta kenangan tentang dia..
yang baik… yang buruk…
yang indah… yang kelam…
yang manis… yang pahit…
yang tak dapat terlupakan…

Aku menyimpan sejuta kenangan tentang dia..
Senyumnya… tawanya… candanya…
Dukanya… tangisnya… air matanya…
Diamnya… marahnya… angkuhnya…

Aku menyimpan sejuta kenangan tentang dia..
Wajahnya… penampilannya… gayanya..
Aroma tubuhnya… ciri khas-nya…

Aku menyimpan sejuta kenangan tentang dia..
Sejuta kenangan yang hanya jadi kenangan..
Sejuta kenangan yang memberikan banyak pengalaman dan pelajaran..
Sejuta kenangan yang kemudian akan terkubur, menjadi kisah usang, namun tak lenyap dimakan waktu..

Aku menyimpan sejuta kenangan tentang dia..
dan yang ku tahu, dia bahagia…
(dan aku pun turut bahagia)

*Dedicated to CCL*

Novi Lim, 05.12.09, in my lil’ room