Adam, sang manusia pertama, seharusnya hidup lebih panjang daripada manusia lainnya, yaitu selama seribu tahun. Tetapi ia tidak hidup selama itu.

Suatu hari Adam memohon kepada Tuhan agar memperlihatkan masa depan kepadanya. Lalu Tuhan berkata kepadanya, “Ikutlah Aku.” Tuhan membawanya melewati bilik-bilik semesta tempat roh-roh yang akan dilahirkan menantikan giliran mereka. Setiap roh adalah cahaya. Adam melihat beberapa berkas cahaya menyala jernih, yang lain berkedap-kedip.

Lalu ia melihat seberkas cahaya yang amad indah, cemerlang, terang, keeamsan, jingga, dan menyejukkan. Adam berkata, “Oh Tuhan, itu akan menjadi manusia yang hebat. Kapankah ia akan dilahirkan?”
Tuhan menjawab, “Maaf, Adam, tapi roh yang itu, meski sangat indah, bukan untuk dilahirkan. Ia telah dilahirkan untuk melakukan dosa dan merusak dirinya. Aku telah memilih untuk menjauhkannya dari kehinaan karena dipermalukan.”

Adam memohon, “Tetapi Tuhan, manusia pasti memiliki orang yang bisa mengajari dan membimbingnya. Kumohon, jangan kevualikan anak-anakku.”

Tuhan menjawab dengan lembut, “Keputusan sudah dibuat. Aku tak punya cukup tahun kehidupan untuk diberikan kepadanya.”

Lalu Adam dengan berani mengatakan, “Tuhan, bagaimana bila aku bersedia membagikan kepada roh itu tahun-tahun kehidupanku?”

Dan Tuhan menjawab Adam dengan mengatakan, “Jika begitu maumu, akan kukabulkan.”
Menurut kisahnya, Adam wafat tidak pada usia 1000 tahun, tetapi 930 tahun. Dan beribu tahun kemudian, ada anak yang dilahirkan di kota Betlehem. Ia menjadi penguasa Israel dan penyanyi yang merdu. Setelah membimbing umatnya dan member mereka inspirasi, ia pun wafat. Dan Alkitab mencatat, Daud, sang Raja telah dimakamkan sesudah menjalani hidup selama 70 tahun.

Memang benar Daud tidak berumur panjang untuk zamannya. Namun, selagi hidupnya Daud mengajar,memberi inspirasi, dan mewariskan kepada kita warisan spiritual agung tarmasuk Kitab Mazmur.


(Dikutip dari “Have a Little Faith” karangan Mitch Albom)